TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN
Kode : 71053150212
NAMA : ACHMAD BAIHAQI, Drs
KLAS : B – CEPU
NIM 137905021
DOSEN : Dr. Danang
Tandyonomanu
e-Learning
merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan
komputer lain. Menurut
Darin E. Hartley
Sistem pembelajaran elektronik
atau Electronic learning (E-learning) adalah cara baru dalam
proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi
logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan e-learning, siswa tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak
setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya
yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program
pendidikan
Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning,
faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan
tidak ada. Hal ini disebabkan karena komputer telah mengambil peran guru dan
panduan yang dirancang oleh "contents writer", designer
e-learning dan pemrogram komputer. Dengan adanya e-learning
para pengajar akan lebih mudah.
SOAL
1.
Apa
yang menjadi kendala penerapan e-learning di Indonesia dan kemungkinan yang
muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan
mengoptimalkan pelaksanaan e-learning
jika diterapkan di Indonesia.
Pembahasan :
Kendala Penerapan E-Learning di Indonesia
Dalam sistem pembelajaran pada dunia pendidikan di indonesia haruslah di
terapkan sistem e-learning atau
disebut dengan sistem pembelajaran on line hal ini seperti diungkapkan Wakil
Presiden Boediono, E-learning
akan sangat berguna jika dilaksanakan. Berbagai manfaat adanya sistem ini akan
bisa dirasakan. (http://edukasi.kompas.com/read/2013/09/03/1256460/Boediono.Dorong.Penerapan.E-Learning)
Ada
beberapa masalah yang menyebabkan belum semuanya bisa merasakan e-learning ini
:
a. Biaya
Biaya yang digunakan untuk e-learnging ini sangat tinggi, tidak semua mampu membiayai mulai awal hingga akhir.
Biaya yang digunakan untuk e-learnging ini sangat tinggi, tidak semua mampu membiayai mulai awal hingga akhir.
b. Internet mahal
Dalam mengikuti maupun menyampaikan diperlukan internet, biaya
internet di Indonesia di rasa masih sangat mahal.dan tidak semua daerah dapat dijangkau internet.
c. Belum tersedianya hotspot setiap waktudi semua
instansi pendidikan
Untuk
alasan tertentu, seperti biaya memang belum banyak instansi-instansi pendidikan
yang bisa menyediakan hotspot secara gratis untuk umum.
d.
Belum tercukupinya
media pendukung seperti Listrik, PC, laptop, LCD, dll
Sarana yang dibutuhkan untuk menggunakan e-learning ini di beberapa tempat belum mencukupi sehingga menjadi kendala bagi terlaksananya e-learning di Indonesia.
Sarana yang dibutuhkan untuk menggunakan e-learning ini di beberapa tempat belum mencukupi sehingga menjadi kendala bagi terlaksananya e-learning di Indonesia.
e. Budaya tatap muka masih dominan
Kebiasaan yang digunakan pada
proses pembelajaran dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah tatap muka (face
to face), masyarakat masih belum terbiasa dengan tulis menulis dan membaca.
f. Budaya belajar mandiri belum ada.
Dalam belajar siswa belum terbiasa belajar
mandiri, hal ini kita jumpai saat ada guru yang kosong, siswa memilih hanya
mengobrol, ke kantin bahkan pulang.
g. E-learnging belum menjadi kebutuhan pokok dalam
mencari sumber belajar.
Dalam sistem pembelajaran
belum dapat dipastikan siswa memakai e-learning karena pola pikir
siswa/mahasiswa masih mengandalkan guru/dosen.
h. Masih sedikit Tenaga pendidik siapnya SDM yang kita miliki
SDM di sini meliputi pengajar dan siswa/mahasiswa.
Masih banyak pengajar, terutama pengajar yang lama belum bisa menggunakan
e-learning dalam pembelajaran karena mereka memang belum pernah mengenal apa
itu e-learning dan karena sudah lamanya mereka menggunakan sistem klasik ini.
Dari siswa / mahasiswanya pun masih
banyak yang belum bisa menggunakan e-learning secara maksimal. Hal itu karena
mereka masih menggunakan cara klasik yang diajarkan oleh guru mereka
sebelumnya.
i.
Sistem
pendidikan yang belum berbasis e-learning
Dalam pelaksanaan masih belum banyak instansi instansi pendidikan di
Indonesia yang berbasis e-learning, sehingga banyak juga yang belum bisa
merasakan e-learning ini.
Di Indonesia sulit merubah image yang ada di
masyarakat mengenai :
1.
Guru adalah untuk menuntut
ilmu, belajar tanpa guru beranggapan belum belajar.
2.
Sekolah (Madrasah/Pondok)
dianggap yang sakral.
3.
Telah selesai belajar saat
menerima selembar ijasah
Pemecahan mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan e-learning jika
diterapkan di Indonesia
1.
Pemerintah Menekan biaya internet dan membangun
infratruktur yang digunakan pada e-learning (listrik, jaringan internet dan
lainnya secara merata di seluruh indonesia)
2.
Kampus / sekolah menfasilitasi sistem internet di
lingkungannya yang dapat digunakan untuk semua mahasiswa dengan kecepatan yang
sesuai sesuaikan dengan kebutuhan (optimalkan)
3.
Dosen / guru memberi image pada mahasiswa/siswa akan
pentingnya kebutuhan belajar mandiri.
4.
Mahasiswa berusaha mengimbangi dengan menyediakan sarana
(laptop, PC dan lainnya) serta berusaha merubah image untuk untuk belajar mandiri.
5.
Merubah image masyarakat bahwa internet itu tabu, harus dijauhi menjadi
internet itu sangat dibutuhkan.
2.
Interaksi
merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan
e-learning,
interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan
tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek
interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Pembahasan :
Pada proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi
antara pelajar dan sumber belajar yang lebih rumit dan komplek, karena dalam
interaksi ini dikaitkan dengan tujuan materi, metode strategi dan evaluasi
pembelajaran. Dalam berinteraksi antara Dosen/guru dan peserta didik adalah
tatap muka (face to face) terdapat ikatan emosional / psikologi. Dan terdapat
bentuk perhatian yang langsung dan sederhana.
Dalam http://hayatun2013.blogspot.com/2013/12/penerapan-e-learning-di-indonesia.html di terangkan bahwa implentasi pemanfaatan e-learning dapat dibedakan menjadi dua yakni :
a. E-learning digunakan sepenuhnya untuk pembelajaran.
Yaitu E-learning yang di design untuk menggantikan
pembelajaran tatap muka dimana guru hanya sebagi motivator dan fasilisator saja
b. E-learning yang dikembangkan dan
didesain agar tidak sepenuhnya mengantikan pembelajaran tatap muka. Tetap ada tatap muka tetapi siswa selalu berinteraksi dengan E-learning dijadikan sebagai pelengkap pembelajaran tatap muka,Jadi E-learning di pakai sebagai
penunjang sistem pembelajaran face to face. deisain dan mengorganisasikan e-learning untuk keperluan
pembelajaran. Interaksi dalam
pembelajaran terjadi antara pelajar dengan guru, e-learning adalah sebagai
alat atau media pembelajaran.
Dalam mengoptimalkan aspek interaksi
sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) adalah :
a.
Pengiriman email tugas tugas
b.
Pembuatan blog dan memaksimalkan blog
c.
Berinteraksi langsung pada akun sosial (facebook dan
twiter)
3.
Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning?
Bagaimana dengan ilmuan teknologi pendidikan menyikapi hal ini?
Pembahasan :
Penggunaan internet sudah tidak dapat dibendung,
dimana penggunaan internet sangat dibutuhkan dan di lapangan banyak di temukan
e-learning tetapi perlu dipertimbangkan. Hal ini harus mendapatkan perhatian
dari ilmu teknologi pendidikan, dimana sangat berpotensi cukup besar dalam
memajukan pendidikan masa depan.
Potensi tersebut adalah :
a. Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan
membantu guru dalam menggunakan waktu, dan mempercepat laju tahap belajar serta
dapat memotivasi siswa.
b. Memberikan cara pendidikan yang bersifat mandiri /
individual, sehingga dapat mengurangi guru maupun waktu pertemuan guru dan
siswa.
c.
Memberikan dasar secara ilmiah
d.
Memungkinkan sistem penyajian yang lebih luas
dibandingkan sistem face to face.
Dalam sistem pembelajaran e-learning memiliki keunggulan
dibandingkan dengan face to face, diantaranya adalah :
a. Peserta didik : siswa dapat berkembang fleksible secara
optimal dan dapat menentukan / memilih model pembelajarannya.
b.
Dosen / guru : setelah materi di Up load stiap saat yang
disesuaikan dengan perkembangan keilmuan.
c.
Kampus/sekolah : lebih efektif dan efisien
4.
Pemanfaatan
e-learning
ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan
orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknologi pembelajaran dalam
mengatasi kemungkinan tersebut?
Pembahasan :
Dalam
e-learning terdapat beberapa hal yang sering digunakan dalam kesehariaan, akun
akun sosial menjadi pilihan yang ngetren saat ini diantaranya :
a.
Waktu yang bersamaan (sinkronous) / Langsung dapat
dijawab telekonfrend, obrolan pada Facebook.
b.
waktu yang berbeda (asinkronous)Tidak
langsung dijawab atau digunakan Email, Facebook, Twiter, blog.
Dalam Handbook of Distance
Learning for Real-Time and Asynchronous Information
Technology Education, Teaching IT Through Learning Communities
in a 3D Immersive World: The Evolution of Online Instruction dijelaskan bahwa hendaknya di buat sistem
E-Learning yang 3D sehingga pengguna jaringan bisa masuk ke virtual
classroom dan saling berinteraksi satu sama lain, dijelaskan pula di sana bahwa
peserta dapat berlatih untuk mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan (pada mata
pelajaran statistik).
Di sarankan membuat program program 3D yang dapat
membuat penggunanya dapat saling berinteraksi melalui layar monitor, seakan
akan mereka nyata mengikutinya.
Sumber / Daftar pustaka
5.
Handbook
of Distance Learning for Real-Time and Asynchronous Information
Technology Education, Solomon
Negash, Kennesaw State University, USA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar