Jumat, 17 Januari 2014

Tugas



TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN
Kode : 71053150212

NAMA : ACHMAD BAIHAQI, Drs
KLAS : B – CEPU
NIM 137905021
DOSEN : Dr. Danang Tandyonomanu



PENERAPAN E-LEARNING DI INDONESIA.


e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Menurut Darin E. Hartley
Sistem pembelajaran elektronik atau Electronic learning (E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, siswa tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan

Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena komputer telah mengambil peran guru dan panduan yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer. Dengan adanya e-learning para pengajar akan lebih mudah.

SOAL
1.      Apa yang menjadi kendala penerapan e-learning di Indonesia dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan e-learning jika diterapkan di Indonesia.
Pembahasan :
Kendala Penerapan E-Learning di Indonesia
Dalam sistem pembelajaran pada dunia pendidikan di indonesia haruslah di terapkan sistem e-learning atau disebut dengan sistem pembelajaran on line hal ini seperti diungkapkan Wakil Presiden Boediono, E-learning akan sangat berguna jika dilaksanakan. Berbagai manfaat adanya sistem ini akan bisa dirasakan. (http://edukasi.kompas.com/read/2013/09/03/1256460/Boediono.Dorong.Penerapan.E-Learning)
Ada beberapa masalah yang menyebabkan belum semuanya bisa merasakan e-learning ini :
a.   Biaya
Biaya yang digunakan untuk e-learnging ini sangat tinggi, tidak semua mampu membiayai mulai awal hingga akhir.
b.   Internet mahal
Dalam mengikuti maupun menyampaikan diperlukan internet, biaya internet di Indonesia di rasa masih sangat mahal.dan tidak semua daerah dapat dijangkau internet.
c.    Belum tersedianya hotspot setiap waktudi semua instansi pendidikan
Untuk alasan tertentu, seperti biaya memang belum banyak instansi-instansi pendidikan yang bisa menyediakan hotspot secara gratis untuk umum.
d.       Belum tercukupinya media pendukung seperti Listrik, PC, laptop, LCD, dll
Sarana yang dibutuhkan untuk menggunakan e-learning ini di beberapa tempat belum mencukupi sehingga menjadi kendala bagi terlaksananya e-learning di Indonesia.
e.       Budaya tatap muka masih dominan
Kebiasaan yang digunakan pada proses pembelajaran dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah tatap muka (face to face), masyarakat masih belum terbiasa dengan tulis menulis dan membaca.
f.       Budaya belajar mandiri belum ada.
Dalam belajar siswa belum terbiasa belajar mandiri, hal ini kita jumpai saat ada guru yang kosong, siswa memilih hanya mengobrol, ke kantin bahkan pulang.
g.      E-learnging belum menjadi kebutuhan pokok dalam mencari sumber belajar.
Dalam sistem pembelajaran belum dapat dipastikan siswa memakai e-learning karena pola pikir siswa/mahasiswa masih mengandalkan guru/dosen.
h.      Masih sedikit Tenaga pendidik siapnya SDM yang kita miliki
SDM di sini meliputi pengajar dan siswa/mahasiswa. Masih banyak pengajar, terutama pengajar yang lama belum bisa menggunakan e-learning dalam pembelajaran karena mereka memang belum pernah mengenal apa itu e-learning dan karena sudah lamanya mereka menggunakan sistem klasik ini. Dari siswa / mahasiswanya pun masih banyak yang belum bisa menggunakan e-learning secara maksimal. Hal itu karena mereka masih menggunakan cara klasik yang diajarkan oleh guru mereka sebelumnya.
i.        Sistem pendidikan yang belum berbasis e-learning
Dalam pelaksanaan masih belum banyak instansi instansi pendidikan di Indonesia yang berbasis e-learning, sehingga banyak juga yang belum bisa merasakan e-learning ini.

Di Indonesia sulit merubah image yang ada di masyarakat mengenai :
1.      Guru adalah untuk menuntut ilmu, belajar tanpa guru beranggapan belum belajar.
2.      Sekolah (Madrasah/Pondok) dianggap yang sakral.
3.      Telah selesai belajar saat menerima selembar ijasah

Pemecahan mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan e-learning jika diterapkan di Indonesia
1.      Pemerintah Menekan biaya internet dan membangun infratruktur yang digunakan pada e-learning (listrik, jaringan internet dan lainnya secara merata di seluruh indonesia)
2.      Kampus / sekolah menfasilitasi sistem internet di lingkungannya yang dapat digunakan untuk semua mahasiswa dengan kecepatan yang sesuai sesuaikan dengan kebutuhan (optimalkan)
3.      Dosen / guru memberi image pada mahasiswa/siswa akan pentingnya kebutuhan belajar mandiri.
4.      Mahasiswa berusaha mengimbangi dengan menyediakan sarana (laptop, PC dan lainnya) serta berusaha merubah image untuk untuk belajar mandiri.
5.      Merubah image masyarakat bahwa internet itu tabu, harus dijauhi menjadi internet itu sangat dibutuhkan. 

2.      Interaksi merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan e-learning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Pembahasan :
Pada proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi antara pelajar dan sumber belajar yang lebih rumit dan komplek, karena dalam interaksi ini dikaitkan dengan tujuan materi, metode strategi dan evaluasi pembelajaran. Dalam berinteraksi antara Dosen/guru dan peserta didik adalah tatap muka (face to face) terdapat ikatan emosional / psikologi. Dan terdapat bentuk perhatian yang langsung dan sederhana.
Dalam http://hayatun2013.blogspot.com/2013/12/penerapan-e-learning-di-indonesia.html di terangkan bahwa implentasi pemanfaatan e-learning dapat dibedakan menjadi dua yakni :
a.       E-learning digunakan sepenuhnya untuk pembelajaran.
Yaitu E-learning yang di design untuk menggantikan pembelajaran tatap muka dimana guru hanya sebagi motivator dan fasilisator saja
b.   E-learning yang dikembangkan dan didesain agar tidak sepenuhnya mengantikan pembelajaran tatap muka. Tetap ada tatap muka tetapi siswa selalu berinteraksi dengan E-learning dijadikan sebagai pelengkap pembelajaran tatap muka,Jadi E-learning di pakai sebagai penunjang sistem pembelajaran face to face. deisain dan mengorganisasikan e-learning untuk keperluan pembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran terjadi antara pelajar dengan guru, e-learning adalah sebagai alat atau media pembelajaran.
Dalam mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) adalah :
a.         Pengiriman email tugas tugas
b.        Pembuatan blog dan memaksimalkan blog
c.         Berinteraksi langsung pada akun sosial (facebook dan twiter)

3.      Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi pendidikan menyikapi hal ini?
Pembahasan :

Penggunaan internet sudah tidak dapat dibendung, dimana penggunaan internet sangat dibutuhkan dan di lapangan banyak di temukan e-learning tetapi perlu dipertimbangkan. Hal ini harus mendapatkan perhatian dari ilmu teknologi pendidikan, dimana sangat berpotensi cukup besar dalam memajukan pendidikan masa depan.

Potensi tersebut adalah :
a.    Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan membantu guru dalam menggunakan waktu, dan mempercepat laju tahap belajar serta dapat memotivasi siswa.
b.     Memberikan cara pendidikan yang bersifat mandiri / individual, sehingga dapat mengurangi guru maupun waktu pertemuan guru dan siswa.
c.       Memberikan dasar secara ilmiah
d.      Memungkinkan sistem penyajian yang lebih luas dibandingkan sistem face to face.
Dalam sistem pembelajaran e-learning memiliki keunggulan dibandingkan dengan face to face, diantaranya adalah :
a.     Peserta didik : siswa dapat berkembang fleksible secara optimal dan dapat menentukan / memilih model pembelajarannya.
b.      Dosen / guru : setelah materi di Up load stiap saat yang disesuaikan dengan perkembangan keilmuan.
c.       Kampus/sekolah : lebih efektif dan efisien

4.   Pemanfaatan e-learning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknologi pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
Pembahasan :
Dalam e-learning terdapat beberapa hal yang sering digunakan dalam kesehariaan, akun akun sosial menjadi pilihan yang ngetren saat ini diantaranya :
a.       Waktu yang bersamaan (sinkronous) / Langsung dapat dijawab telekonfrend, obrolan pada Facebook.
b.      waktu yang berbeda (asinkronous)Tidak langsung dijawab atau digunakan Email, Facebook, Twiter, blog.
Dalam Handbook of Distance Learning for Real-Time and Asynchronous Information Technology Education,  Teaching IT Through Learning Communities in a 3D Immersive World: The Evolution of Online Instruction dijelaskan bahwa hendaknya di buat sistem E-Learning yang 3D sehingga pengguna jaringan bisa masuk ke virtual classroom dan saling berinteraksi satu sama lain, dijelaskan pula di sana bahwa peserta dapat berlatih untuk mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan (pada mata pelajaran statistik).

Di sarankan membuat program program 3D yang dapat membuat penggunanya dapat saling berinteraksi melalui layar monitor, seakan akan mereka nyata mengikutinya.



Sumber / Daftar pustaka
5.      Handbook of Distance Learning for Real-Time and Asynchronous Information Technology Education, Solomon Negash, Kennesaw State University, USA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar